[R]ead.[U]pdate.[B]log.[I]nspire.[C]lose READ more t'UPDATE from this BLOG and lets get more INSPIRE, so u can CLOSE today with a best smile. I Hear something, Think something, Learn something, Do something, and last Share something..
6 September 2012
Kunjungan Sehari
Aku
yakin bahwa saat itu setiap orang memandangmu. Entah lekat atau hanya sekejap.
Komentar apapun itu, pasti mengungkap kekaguman. Sebab gaya perlente,
inner-beauty atau kekuatan yang membuat mu menjadi wanita paling cantik.
Sedunia. Aku tidak menyangkal kali ini, bahkan bertahun lamanya terpendam, dengan
debu dan sarang laba-laba, hanya saja tak mungkin ku ungkapkan.
Saat
itu kurasa dia malu, bukannya enggan bertanya atau sekedar bertatap muka.
Was-was karena sesuatu baru di sampingnya. Jadi, segala bentuk tanyanya akan
tersimpan rapi, bertumpuk di dasar jantung, dan di ujung pelupuk mata,
bersamaan dengan degup yang terdengar samar.
Kunjungan
seharimu. Yang riil kamu lakukan. Sebagai bukti celah amarah yang menjadi kasih.
Bukan karenanya, tetapi mereka. Peduli yang tidak segampang kain meluntur
karena tetesan air hujan. Pemadam kecewa dari keadaan yang menghujamkan anak
panah secara diam-diam, dan kamu rasa diam-diam. Hanya kamu yang tahu.
Sempurna,
Ibu.
5 September 2012
Aku Kopi dan Kau Pengaduknya
#fiktiffiktiffiktif
Hebat,
kebiasaan ku tidak geser sedikitpun. Satu butir pil, apapun itu, selagi mampu
memberi efek kantuk pada mata akan ku minum. Terlihat begitu buruk. Padahal 7
tahun berlalu. Semua berjalan normal, menyiapkan sarapan, berangkat kerja,
menonton teve dan hal-hal yang mampu aku habiskan sendiri, kecuali satu, tidur.
Satu hal yang teramat aku inginkan, mungkin saja kamu ada di sela-selanya.
Jika
ada, masih ingatkah, ketika aku memegang erat bajumu, menarik hingga robek
separuh, tetapi ceritamu tak segera habis. Malam itu, tegang. Keruh. Seperti
secangkir kopi yang diaduk. Aku kopi, dan kamu pengaduknya.Terasa konyol,
seusiaku masih saja aku bergidik ngeri pada cerita hantu. Aku tak mungkin takut
lagi sekarang, tidakkah kamu ingin bertemu? Munculah apapun kamu.
Begitu
saja, kenapa kamu ini. Belum juga pamit, minimal ucapkan selamat tinggal
kepadaku. Mengapa terlalu terburu-buru?
30 Agustus 2012
Maaf
Sebelum aku merintih ketakutan karena kesalah pahaman. Biar
terang. Maaf. Untuk sebuah kesalahan yang tak pernah aku perbuat, mengerti,
ataupun ketahui. Seandainya, suatu hari nanti kau paksa aku untuk menjelasakan.
Sungguh, sampai saat ini aku belum mengerti. Tak satupun jawaban lancar kata
demi kata.
Maaf. Jangan paksa lagi. Dengan gerak atau perasaan yang
tersembunyi dalam-dalam. Sebuah siksa. Sehalus sutra yang mungkin kau dengar,
lihat atau juga tidak. Apa hatimu sudah hangus karena keadaan?
19 Agustus 2012
Double Kemenangan # Hadiah Ramadhan untuk Ayah
"Yaaaah,
nggak jadi menang dong", dengan harap cemas Ia menempelkan pundaknya ke
dinding dingin rumah sakit. Dia senang, tetapi juga sedih.
"Ya
jadi lah mas, double menang malah. Ya kan??", seakan tak terima, Cintya
segera menyuarakan pikirannya. Mungkin agar tidak melihat kekecewaan karena dia
tahu bahwa masnya itu belum genap 3 tahun menjadi mualaf. Mas Seno namanya. Dia
mualaf yang sangat taat beribadah, malah lebih taat daripada kami. Terkadang,
saat kami bercanda dengannya, kemudian dia lontarkan pertanyaan sepele yang
harusnya dapat dengan mudah kami jawab, ternyata sepatah pun kata tak dapat
keluar dengan lancar. Malu. Kami seperti digampar balok bambu besar penuh
dengan kekuatan. Astaga, padahal kami yang masuk lebih dahulu.
"Kapan
selesai?", rasa kantuk seketika mendera karena kelelahannya berjalan
beberapa kilometer, hanya sekedar ingin memastikan bahwa Ia akan segera pulang.
"Sebentar
lagi Cint. Nggak sampai 1 jam kok", aku mengulang perkataan suster kala
itu, ketika kami bertemu di lorong kamar.
Hampir
pukul 12.00 WIB, tapi yang ditunggu tak kunjung usai.
"(Kraaaaaak)
Ibu Ceria. Keluarga Ibu Ceria??", dengan membawa bungkusan kain, hampir
mirip dengan kepompong pada dahan, suster itu bertanya.
"Iya
Sus, kami. Bagaimana kondisinya??", Ia menatap sebungkus kain yang dibawa
suster itu.
"Sehat
Pak. 3,1 kg. Silahkan di adzani dulu".
Dengan
antusias mas Seno bergegas memegang dan mendekatkan bibirnya ke telinga kanan si
mungil. Sedikit berbisik seperti berpesan, " Selamat datang ke dunia. Aku
bapakmu, dan Ini agamamu". Dengan tangisan dia menjawab, " Aku hadiahmu di bulan ini.Jaga aku, Yah."
"Bener kan mas, hari ini punya double kemenangan. Selamat".
![]() |
| Selamat datang :D |
18 Agustus 2012
Langganan:
Postingan (Atom)








